THE DESIGN WEB

Seputar berita tentang liputan nusantara

Global

30 WNI yang Ikut Evakuasi Gelombang Kedua dari Suriah Tiba dengan Selamat di Indonesia

LIPUTAN6.

Sama seperti evakuasi gelombang sebelumnya, gelombang evakuasi kedua dilakukan melalui rute darat melintasi perbatasan Masna ke perbatasan Lebanon dan kemudian terbang ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Warga Indonesia berasal dari Indonesia, Nab Aceh, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Noosa Tangala Barat, Negara Bagian Sulawesi Tengah dan Negara Bagian Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia mengevakuasi 35 warga negara Indonesia dalam gelombang evakuasi pertama pada 12 Desember 2024.

Oleh karena itu, jumlah total warga yang berhasil dievakuasi dari Suriah oleh pemerintah Indonesia adalah 65 warga negara Indonesia.

Saat ini, Kementerian Luar Negeri Indonesia terus mengumpulkan data dan berkomunikasi dengan warga negara Indonesia di Suriah tentang kesediaan mereka untuk mengevakuasi negara tersebut. Menurut pengumpulan data di atas, hingga 1.162 warga negara Indonesia tinggal di Suriah, di mana 65 di antaranya kembali ke negara itu, dan sebanyak 84 warga negara Indonesia mengatakan mereka ingin kembali ke Indonesia.

Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Indonesia di Damaskus terus mengendalikan situasi keamanan di Suriah.

Situasi keamanan telah sangat dinamis sejauh ini, dan Tefmukan Isarel terus meluncurkan serangan terhadap Suriah. Dengan pemikiran ini, negara peringatan Suriah yang telah ditetapkan sejak 7 Desember 2024 telah tetap sejauh ini, seperti yang diungkapkan oleh warga negara Indonesia, dan di negara -negara yang memiliki warga negara, dan merupakan rute yang diungkapkan, dan perusahaan, dan perusahaan yang berkepentingan, dan merupakan rute, dan perusahaan yang tidak sesuai dengan warga negara Indonesia. Koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan keselamatan pelaku warga negara Indonesia bertindak ke perbatasan.

“Urusan Luar Negeri Indonesia menyerukan kepada warga negara Indonesia untuk memperhatikan pengembangan situasi keamanan Suriah, meningkatkan pengawasan, menghindari tempat -tempat yang rentan dan banyak massa, meminimalkan gerakan yang tidak perlu, dan membangun komunikasi yang erat dengan Indonesia di antara warga Damascos dan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *