THE DESIGN WEB

Seputar berita tentang liputan nusantara

Lifestyle

Fenomena Pungli di Destinasi Wisata Indonesia Jadi Konten Parodi Orang Asing, Bikin Malu

LIBUDAN 6.com, Jakarta – Tidak hanya wisatawan domestik tetapi juga wisatawan asing, pajak ilegal menyadari uang yang mengancam dalam pariwisata Indonesia. Ini ditandai dengan ironi di akun media sosial, produsen konten asing yang diunggah pada hari Minggu 23, 2025.

“Hei, tuan, tuan, tuan!” Mengapa? Ini adalah pantai umum, “kata orang asing dalam klip itu.

Alih -alih merespons, video menunjukkan uang yang dibayarkan oleh para penumpang. “Di mana tiket saya?” Para wisatawan bertanya. “Oh, tidak ada tiket yang baik -baik saja,” jawabnya.

Telah ditunjukkan bahwa wisatawan juga mengunjungi orang lain yang mengumpulkan uang. “Hei, lewat, hei lewat, ini parkir, 5,3,” kata orang itu dalam catatan. “Aku membayar orang itu,” jawabnya. “Orang itu, saya tidak tahu 10.000,” katanya di kolektor.

Di akhir video, dua koleksi bertemu, menghitung uang, dan mencoba “orang asing yang bodoh”. Video ini baru -baru ini dibagikan dengan banyak akun X dan mengkritik warga. “Selama Kaukasia sudah mengingat ini, ancaman yang tidak sehat ini membayar,” kata seorang pengguna.

Yang lain mengatakan, “Isi Kaukasia mengancam.” Seorang warga negara berkata, “Saya ingin menjaga wajah pemerintah Indo, bukan wajah Oya.”

Tentu saja, itu tidak sama. Diduga bahwa kasus yang ditangkap di media sosial awal bulan ini mengancam. Kelompok bus yang dimakan di sebuah restoran di Bandung, Jawa Barat, telah dianggap sebagai masalah jangka panjang di industri pariwisata.

Konten awalnya diunggah oleh akun Dictoke @MuffInpoppin, yang sekarang terbukti secara individual. Namun, ancaman yang dia alami; “Ini pengawalan,” tulisnya. “Kami menolak dengan halus, tetapi masih ‘dibawa bersama mereka’.”

Dalam klip itu, dua orang yang ditawarkan oleh “Escort” dipasang sepeda motor. “Sampai tempat itu, berapa harganya?” Mereka berkata, ‘Benar.’ Ketika kami (RP) menawarkan 50 ribu penawaran, katanya, “orang itu tidak sendirian dalam” pembunuhan “.

Pemilik akun terus mengatakan bahwa mereka tidak memberikan cara untuk pulang karena kekurangan uang. Mereka berkata, “Kami akhirnya mencoba memberi (RP 50 ribu). “Dia tidak menginginkan 50.000 (RP). Akhirnya kami (RP) memberi 100.000. Terima kasih kepada Tuhan. Saya memberi saya jalan.”

Sebelumnya, tuduhan tebusan telah dilaporkan oleh ibukota pulau (IKN). Menurut Instagram @Ibobatabaru, pengunjung yang pergi ke IKN diduga tebusan. Dalam sebuah video viral yang diunggah pada hari Senin, 3 Februari 2025, pengunjung mengatakan asisten parkir diminta untuk mengeluarkan uang melalui asisten parkir.

Awalnya, pemirsa sudah berada di tempat parkir utama, tetapi paket itu dikirim oleh otoritas oleh otoritas oleh otoritas. Setibanya, orang -orang yang datang ke mobil disambut oleh asisten parkir safron dan bertanya apakah dia ingin berhenti? Mereka juga setuju.

Asisten parkir dapat mengisi area parkir dan menyediakan sub -survey ke area inti IKN sebesar Rp 250 rp 250. Pengemudi mobil wanita berusaha menghadapi.

“Kami tidak akan mengontrak RP3 (seribu). Dia segera mengatakan bahwa dia tidak menjual cabai. Kami memutuskan untuk berhenti karena kami akhirnya memutuskan untuk berhenti karena kami dapat naik bus gratis, dan tidak ada banyak waktu di jalan Ikn.”

Pada berbagai kesempatan, warga negara Indonesia memuji keluhan kedutaan Cina di bandara Sugar Hutta tentang “respons” Republik Tiongkok atau kedutaan Cina. Bagi mereka, ini bisa menjadi bab baru untuk mengintimidasi uang di negara ini.

Beberapa dari mereka mengklaim bahwa dengan daya tarik wisatawan, mereka kecewa dengan laporan uang tentang uang, tetapi hanya ramai di antara virus, tetapi sebenarnya itu adalah praktik yang masih belum diketahui. Setelah kedutaan Cina menulis tentang mengancam uang, warga juga menanggapi Kementerian Asing untuk datang dari luar negeri untuk hidup selamanya.

Direktorat Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia, Direktur Kementerian Luar Negeri Indonesia, untuk datang dari luar negeri untuk tinggal orang asing untuk tempat tinggal permanen Imigrasi dan Kementerian Imigrasi dan Perbaikan.

Dalam sepucuk surat pada 21 Januari 2025, sejumlah besar warga Tiongkok takut oleh petugas imigrasi Bandara Sukarno Hatta atau dalam surat Bandara Internasional Jakarta. Menanggapi surat, Menteri Imigrasi dan Perbaikan (Menimibas) Acus Andrendo mengkonfirmasi bahwa laporan itu diikuti dan diproses secara lokal.

“Kami berterima kasih atas informasi ini. Kami segera menarik segalanya mulai dari pekerjaan di Sugar-Hatsa (Chota). Kami telah diganti dan saat ini terlibat dalam penelitian internal.” 

Kedutaan Besar Tiongkok mengatakan bahwa pada tahun 2024, sekitar 44 kasus ketakutan dilaporkan oleh pesta Anda di bandara Indonesia. Menurut kedutaan, ini adalah bagian kecil dari uang uang -event -events, karena banyak warga negara yang tidak takut dengan kegiatan kegiatan atau aktivitas yang menanggapi belum mengajukan keluhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *