Pria di China Alami Masalah Usus Usai Dipaksa Pacar Simulasi Melahirkan 3 Jam
LIPITAN 6.com, Jakarta – Seorang pria di Provinsi Henan, Cina, harus menjalani operasi darurat setelah dia ditiru oleh tunangannya ప్రత్యం untuk melahirkan tiga jam. Sebagai akibat dari kekerasan, ia mengalami nekrosis usus dan sekarang berencana agar sesuai dengan mantan pertemanannya.
Menurut laporan di media sosial Cina, wanita itu mengatakan bahwa gagasan itu berasal dari ibu dan saudara perempuannya bahwa wanita itu berada di platform rednot. Mereka menyarankan agar tunangan న్న్న్ను harus merasakan sakit karena melahirkan sebelum pernikahan, dan kemudian dia akan mengerti dan menghargai istrinya.
Auditas dikutip dari halaman tengah, Rabu (2/26/2025), pada awalnya, pria itu menolak, tetapi setelah permintaan itu, ia akhirnya setuju. Simulasi dilakukan di fasilitas pengasuhan ibu dan anak yang dijalankan oleh saudari.
Dengan menggunakan perangkat stimulasi listrik yang dirancang untuk meniru kontraksi tenaga kerja, wanita secara bertahap meningkatkan intensitas sengatan listrik selama 90 menit pertama, dan kemudian meningkatkan energi secara maksimal selama 90 menit ke depan.
“Pacar saya mulai mengalami rasa sakit di tingkat 8 dan mulai bersumpah ke tingkat 10,” tulis wanita itu.
“Ketika dia mencapai level ke -12, dia berkeringat, dengan cepat menghirupnya dan terlihat sangat menyakitkan. Di akhir sesi, tubuhnya benar -benar kehabisan dan perutnya sekeras papan.”
Di malam hari, orang itu mengalami sakit perut yang parah dan berulang kali muntah. Keesokan harinya kondisinya membaik, tetapi itu akan memburuk sampai dia dibawa ke rumah sakit. Kata
Setelah menyadari penyebab situasi pria itu, keluarganya marah dan mantan suaminya yang difast dilarang mengunjungi rumah sakit. Keluarga pria itu memperingatkan bahwa pertunangan itu segera dihapuskan, dan mereka akan mengambil tindakan hukum.
Sementara itu, wanita itu telah mengunggah cerita untuk memberi tahu cerita itu, tetapi bukannya kritik yang meluas. Akibatnya, ia menghapus unggahan dan mematikan akunnya, meskipun pengakuannya menyebar secara luas di internet screen shot.
Menurut pakar hukum Tiongkok, jika orang atau file yang diminta oleh keluarganya, wanita itu mungkin mengalami hukuman penjara hingga tiga tahun dan memberikan kompensasi kepada korban.