Global

AS Bekukan Pengiriman Buldoser ke Israel Karena Penghancuran Rumah di Gaza?

thedesignweb.co.id, Tel Aviv-Connection States (Amerika Serikat) membekukan pengiriman 130 buldoser Israel di pusat pembongkaran rumah di Jalur Gaza. Menurut media Israel pada hari Minggu (11.11.2024).

Menurut harian Israel, Yedioth Ahronoth, Kementerian Pertahanan Israel menandatangani kontrak besar untuk pembelian sekitar 130 buldoser D9 dari ulat Amerika.

Surat kabar itu, serangkaian sumber keamanan Israel yang dikutip, mengatakan bahwa Amerika Serikat baru -baru ini membekukan kesepakatan dari penggunaan buldoser untuk menghancurkan DPR di sektor gas, yang menyebabkan kritik besar di Amerika Serikat. Demikian pula, menurut kantor berita Anadolu pada hari Senin (11/11).

Sumber mengatakan bahwa Israel membayar buldoser dan mengharapkan ekspor dari Departemen Luar Negeri AS.

Surat kabar harian Israel menyatakan bahwa embun beku terjadi ketika Israel benar -benar membutuhkan buldoser, terutama setelah pemrosesan peralatan.

Laporan yang sama menunjukkan bahwa fakta bahwa tentara Israel juga berpartisipasi dalam operasi tanah di selatan Lebanon selama lebih dari sebulan untuk membuat buldoser tambahan untuk digunakan di wilayah tersebut.

Surat kabar Israel menyatakan bahwa pembekuan pengiriman buldoser menunda penyelesaian rencana Israel untuk menciptakan zona penyangga antara strip gas pedesaan dan Negovoye di selatan Israel, yang akan mencakup penghancuran ratusan bangunan Palestina dan zona pertanian di sepanjang perbatasan strip agrani.

Surat kabar harian harian juga mengatakan bahwa Amerika Serikat juga membekukan pengiriman ratusan bom berat tentara Israel, yang membeli sekitar 1.300 bom di Boeing. Bom ini memiliki berat hampir satu ton. Amerika Serikat menyatakan keprihatinan bahwa bom dapat digunakan untuk merusak warga sipil di sektor gas.

“Sementara setengah dari pengiriman bom berat akhirnya dikirim, setengah lainnya masih terjebak di instalasi penyimpanan Amerika,” tambahnya.

Israel masih melanjutkan serangan di halaman gas dari 7 Oktober 2023, meskipun ada keputusan Dewan Keamanan PBB, yang membutuhkan gencatan senjata segera. Serangan intensif menewaskan lebih dari 43.600 warga Palestina dan memaksa zona saku hampir tidak dapat diisi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *