Saham

Bakal Buyback Rp 1,6 Triliun, Harga Saham ULTJ Menghijau

LiPutatan6.com, Jakarta – Ultrajaya Pt Ultrajaya Milk dan Formasi TBK akan dibeli di luar atau pembelian Rp 1,67 triliun. Saham perusahaan diadakan pada 24 Maret 2025-23 Juni 2025.

Rilis informasi tentang saham Indonesia (BEI), menulis (@ 4/325), yang ditulis oleh industri industri Dartrajarus (@ 4/325). Pembelian pembelian berasal dari mata uang perusahaan.

Membeli pembelian adalah salah satu bentuk bisnis yang mendukung stabilitas pasar modal, meningkatkan nilai perusahaan. Maka diharapkan memberi perusahaan lebih baik untuk menangani modal untuk mencapai struktur modal yang baik.

Perusahaan bertujuan untuk memiliki fleksibilitas yang memungkinkan perusahaan untuk melanjutkan stabilitas bagi saham perusahaan untuk menunjukkan nilai perusahaan atau kinerja perusahaan. Perusahaan akan menghemat saham yang dibeli kembali untuk mengendalikannya sebagai pembagian uang tunai dalam periode lebih dari tiga tahun. Ini tampak seperti POJK 29/2023.

“Perusahaan percaya bahwa implementasi perusahaan bersama perusahaan akan memiliki dampak kinerja perusahaan, termasuk dampak pengurangan pendapatan,” sebagaimana dikutip.

Untuk membeli, transaksi dilakukan oleh anggota saham dan harga pembelian aplikasi harus kurang atau serupa dengan biaya transaksi.

 

Selain itu, pembelian yang dilakukan di luar bursa saham, pembelian harga maksimum perusahaan adalah harga rata -rata dalam 90 hari terakhir sebelum tanggal perusahaan.

Pembelian akan dibuat pada nilai dengan mempertimbangkan baik dan masuk akal, “seperti yang dikutip.

Setelah pengumuman pembelian, harga yang dibagikan dengan ULTJ pada sore hari 24 Maret 2025 menjadi hijau. Saham ULT naik 3,3 persen dari Rp 1.400. Harga Ultk di Ultk berulang kali membuka RP 1.355. Saham ULTJ adalah tingkat tertinggi Rp 1.405 dan level terendah Rp 1.305. Total perdagangan 744 kali dalam volume bisnis 34.721 saham. Nilai biaya transaksi RP 4,7 miliar.

Sebelumnya, Formula & Dewan Milk-Milk TBK (ULTJ) membukukan berbagai kinerja keuangan pada tahun 2024. Perusahaan telah membukukan pertumbuhan penjualan, tetapi pendapatannya sedikit melemah pada tahun 2024.

Pernyataan fiskal yang dikutip diajukan ke Rasio Indonesia (IDX), hari Minggu tertulis (2/3/3025) 823 persen dari Rp 823 triliun.

Biaya barang yang diajukan dicatat dalam Rp 5,85 triliun pada tahun 2024, menjadi 4,29 persen dari 2023 persen dari Rp 5,6 triliun. Namun, laba keseluruhan ULTJ naik 12,2 persen dari Rp 3,02 triliun selama tahun lalu Rp 2,69 triliun.

Perusahaan yang dicatat oleh harga jual meningkat sebesar Rp 1,34 jumlah pada tahun 2024 selama periode yang sama tahun lalu Rp 982,83 miliar. Biaya administrasi dan umum diperpanjang menjadi Rp 275,43 miliar setiap bulan pada tahun 2024 setelah periode yang sama tahun lalu di Rp 252,66 miliar. Perusahaan telah mencatat pendapatan Rp 20.52 miliar lainnya dari tahun 2024 per tahun pada tahun terakhir Rp 19,09 miliar.

Bisnis 1,68 persen dari Rp 1,44 triliun hingga 2024 untuk periode yang sama tahun lalu Rp 1,43 triliun. Pada saat yang sama, perusahaan telah membukukan pendapatan kepada pemilik Rp 1,13 triliun, menurun pada 2024 persen dari 2023 persen dari Rp 1,16 triliun. Kemudian perusahaan membukukan penghasilan besar untuk bagian mana pun dari pemilik RP 109 untuk tahun lalu Rp 112.

Total kesetaraan dicatat dalam RP 724, hingga 11,06 persen dari periode yang sama tahun lalu Rp 6,68 triliun. Tanggung jawab melonjak lebih dari 25,5 persen dari Rp 1,03 triliun pada tahun 2024 pada tahun 2023 dengan Rp 836,98 miliar.  Rumah perusahaan meningkat 12,4 persen dari Rp 724 untuk periode waktu yang sama RP 7,5 triliun. Perusahaan memiliki kantong setara tunai dengan Rp 2,43 triliun tunai pada tahun 2024 pada tahun 2023 dengan Rp 2,17 triliun.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *