Regional

Banjir di Riau Rendam Ribuan Hektare Kebun

thedesignweb.co.id, PEKANBARU – Intensitas hujan di provinsi Riau masih tinggi, sehingga bencana banjir terus merendam 5 daerah. Badan Manajemen Bencana Lokal (BPBD) telah mencatat 28 acara banjir dalam beberapa minggu terakhir.

Kepala Departemen Darurat Riau BPBD Jim Gafur mengatakan banjir di Riau telah merendam 28 desa dan desa di distrik tersebut. Air yang meluap dari beberapa sungai mempengaruhi 5 792 kepala keluarga (KK).

 

“Ada 64 keluarga yang telah pindah di kedua tenda dan pos yang dibuat atau di rumah kerabatnya,” katanya, Kamis malam, 23 Januari 2025.

Tidak hanya di rumah, bencana hidrometerologis ini juga memengaruhi fasilitas perawatan kesehatan seperti Puskesmas dan klinik, sekolah, kantor, kebun untuk ternak.

“Banjir terjadi di Rokan Hillir, Siyak, Pelalavan, Campar dan Indragiri Hulu, 8 603 hektar terendam,” kata Jim.

Untuk Kabupaten Indragiri Hulu, banjir, yang telah merendam 4 desa dalam 2 unit, telah memberi jalan. Warga saat ini sedang membersihkan bahan banjir yang tersisa.

Banjir di Rokan Hilir telah dilaporkan belum mereda. Air mencelupkan 5 desa ke dalam 2 subdivisi dan membuat 500 rumah tangga yang terkena dampak. Sekitar 44 keluarga mengungsi karena rumahnya tidak dapat ditempati karena air berdiri.

“Selain perendaman fasilitas publik, banjir mempengaruhi 5 ternak dan 25 kilometer jalan panjang,” Jim menjelaskan.

Banjir di Kabul Siak dilaporkan telah direndam di 1 desa. Ini membuat 779 korban keluarga, jadi dia membuat 51 keluarga dievakuasi.

Banjir parah telah terjadi di Kabupaten Kampar. Sejauh ini, masih ada 7 desa di 5 subdivisi, dibanjiri air sungai karena intensitas hujan yang tinggi, sehingga mempengaruhi 1748 keluarga.

“Berdasarkan data, ada 8 572 perkebunan, tenggelam, 8 keluarga mengungsi, merendam sejumlah kantor dan lusinan fasilitas publik,” kata Jim.

Lingkungan terbesar yang tenggelam oleh banjir telah macet. Sejauh ini, telah dilaporkan bahwa 2765 keluarga telah terpengaruh di 15 desa dan desa.

“Ada 42 fasilitas publik di Pelalavan, tenggelam dan terendam salib,” Jim menjelaskan.

 

*** Untuk memahami kebenaran informasi yang beredar, silakan whatsapp di 0811 9787 670, hanya dengan menulis kata kunci yang diinginkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *