IHSG Turun 1,63 Persen Tinggalkan Level 7.000 pada Sesi I, Ada Apa?
LIPUTAN6 JCI dibuka pada 7.107,88 dan memiliki masalah di zona merah dengan titik terendah hari ini di 6.953,05.
Informasi tentang investor investor Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menjelaskan bahwa penurunan JCI diluncurkan oleh kebijakan Federal Reserve (FED) atau Federal Reserve Amerika Serikat. (Amerika Serikat) Medium 25 bps hingga 4,25% -4,50% seperti yang diharapkan sebelumnya
“Namun, pasar Amerika merespons secara negatif karena kata -kata Hawkish Powell, meskipun DXY masih lebih dari 107,8 terus menerus. Ini akan menjadi perasaan JCI saat ini dalam perdagangan saat ini,” kata Nafank di thedesignweb.co.id, Kamis (19/12 / 2024)
Adapun kekuatan ekonomi Amerika berkembang pesat pada paruh kedua tahun 2024, lebih dari yang diharapkan, oleh karena itu, lebih unggul dari harapan Fed.
Plot terakhir yang diterbitkan oleh Komite Fed bahwa hanya 2 kali penurunan bunga Fed pada tahun 2025 dibandingkan dengan plot pada bulan September 2024, yang menyatakan 4 kali karena media akhir.
Pada saat yang sama, PDB Amerika pada tahun 2025 memperkirakan 2,1% dibandingkan dengan prediksi 2% September.
Selama sesi pertama, indeks LQ45 adalah 1,92% hingga 817,89. Tingkatkan kekuatan dan 152 saham dengan tenang di tempat itu.
Semua sektor pemasaran stok memiliki tekanan. Sektor energi berkurang. 1,81%sektor utama 2,82%dan sektor industri menurun sebesar 1,68%
Selain itu, sektor konsumsi yang tidak dikurangi dari sektor konsumsi berkurang. 1,53%dari sektor konsumsi 1,73%, sektor selatan menurun 2,91%. 1,67%, sektor properti menurun 1,32%stok teknologi menurun 2,77%dari sektor infrastruktur menurun 0,92%dan sektor transportasi menurun sebesar 1,89%
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Komposit (CSPI) menurun pada hari Kamis (19/12/2024).
Mengacu pada data RTI JCI di 7.107,87 di 09.41 WIB, JCI, turun 1,91% menjadi 6.972.
Pada hari Kamis, JCI berada pada tingkat maksimum 7.110,31 dan level terendah di 6.953,96, 452 saham menurun untuk menekan CSPI 71 saham, kuat dan 115 tindakan di lokasi.
Total Frekuensi Perdagangan 356 355 kali, dengan volume perdagangan 5,7 miliar saham.
Semua sektor pemasaran stok memiliki tekanan. Sektor dasar adalah 2,97% dan sektor teknologi berkurang sebesar 3,03%. 2,13%, sektor industri menurun 1,19%, sektor modal konsumen non -siklikuler menurun sebesar 1,58%
Setelah itu, sektor konsumen konsumen berada di 1,89%dari sektor modal menurun 2,14%, sektor keuangan menurun sebesar 1,33%, sektor properti menurun 1,7%dari stok infrastruktur 1,6%dan sektor transportasi menurun sebesar 1,8%
Pada awal saham GJTL menurun sebesar 4,55% menjadi 1.050 rp per saham GJTL, membuka hingga 1.090 rp, dibandingkan dengan penutupan 1.100 rp per harga saham pada tingkat tertinggi RP 1 090 dan tingkat terendah dari RP 1 040 Per total saham frekuensi komersial adalah 850 kali, dengan operasi komersial 53.219 nilai transaksi RP.
Saham PNBN menurun sebesar 0,27% menjadi Rp 1.830 per saham. dengan 16.661 saham dalam transaksi 3 miliar RP.