Jangan Sampai Tragedi Longsor Gunung Sampah Seperti TPA Leuwigajah Terulang di Indonesia
LIPUTAN6. 157 Orang mengklaim bahwa tragedi menunjukkan risiko membuka tumpahan terbuka, penerapan sistem pembuangan limbah di TPA tanpa pengelolaan lebih lanjut.
Dua puluh tahun, karena ia menyebut tragedi ekologis kedua di dunia, 10 Juli 2000, 10 Juli 2000 untuk mempromosikan perubahan yang terkait dengan pengelolaan limbah. Menteri Lingkungan Hanif Fairiik mengatakan bahwa 343 TPA masih membalik, meskipun undang -undang 2008. Karena ia dilarang, ia menyatakan kejahatan.
“Kami berada di lingkungan selama lebih dari dua bulan terkait dengan semua limbah limbah limbah Indonesia terbuka.
Ketua regional mengingatkannya pada bupati, walikota dan gubernur yang bertanggung jawab atas pengelolaan limbah di daerah masing -masing. Tragedi TPA Leuwigajah telah cukup selama 20 tahun untuk mengabaikan dan melupakan pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab, baik kontrol yang sehat dan tempat pembuangan sampah.
“Dalam minggu atau bulan ini, kami akan segera menyediakan unit, pendaftaran, walikota dan gubernur untuk segera menyelesaikan pengolahan limbah dari sekarang,” kata Hanif.
Satu demi satu pemerintah menutup TPA Open Landfill. TP Basirir Banjarmasin dan TPA Burangkeng, misalnya, adalah perlakuan terbaru yang kelebihan beban. Langkah -langkah yang cermat harus diambil, bahkan jika konsekuensi dari banquarmassine adalah sekelompok sampah di mana -mana.
“Hari ini melawan Banjarmasin, itu dilakukan di mana -mana. Dan lebih banyak koordinasi dengan gubernur. Gubernur telah memberikan akses ke TPS regional untuk manajemennya,” katanya.
Adapun TPA Bandung Greter Sarimukti, aspeknya telah menyatakan bahwa ia masih dapat bekerja dengan catatan, pemasangan pengelolaan limbah (IPAL) segera berakhir. Alasannya adalah bahwa julukan dari jumlah itu adalah penyalahgunaan tempat pembuangan air segera untuk membuangnya ke sungai untuk menginfeksi wilayah tersebut.
“Kami mengirim sekretariat kepada penguasa drama itu. Gubernur (Jawa Barat) harus serius pada saat itu karena ia langsung ke Sungai Sarimcti,” kata Ganif.
Pemerintah daerah lain melanjutkan, ia memberikan kebebasan untuk mengelola sampah di daerah masing -masing. Penanganan limbah disarankan untuk beradaptasi dengan jenis limbah dan penyebab limbah, seperti dekomposisi, penggunaan teknologi yang menggunakan RDF dan agen menyusui.
“Solusi berbasis lapangan sangat penting bagi tempat pembuangan sampah,” katanya.
Sementara itu, walikota Tyakhami Adchitius Judister menjelaskan sebelumnya rencana lokasi TPA Leuwigajah. Berbicara tentang Cimahi Technopark, partainya membangun monumen peringatan sebagai pengingat tragedi yang tidak akan terjadi di Indonesia.
Sebelumnya, pada hari Jumat, 21, 2025, pemerintah kota Tyakhami juga menyatakan bahwa desa Khundu, desa Leuvigai, kota Tyakhami selatan, kota Tsimakhi menjadi budaya kota dan pusat perlindungan lingkungan. “Kami berharap bahwa kepala daerah lain akan disepakati.
Bagian dari rencana itu, Leuwigajah TPA akan kembali sebagai hutan bekas hutan bambu. Dia berencana menanam pohon bambu bambu di tanah. Bambu juga dipilih oleh fakta bahwa ia adalah ikon kota Tyakhami, simbol kemakmuran dalam pelatihan atau budaya Sunda.
“Ada Tuan Estia, Legock Kudda Kudu Kudu Kudu Kudu Savakhan. Jadi, jika ada pohon bambu di atas, itu akan sulit,” katanya.
Menteri Walikota mulai menanam bambu pada hari Sabtu 22, 2025 sebagai simbol konservasi. Jenis tipe bambu yang ditanam pada saat itu adalah Betung Bambo.
Sementara itu, berdasarkan kelanjutan Lifestyle thedesignweb.co.id, Leuvigay adalah tanah hijau. Sampah yang disajikan adalah seribu pohon pisang dari jauh. Tidak mengherankan, Bangung Yana Yana Mulyanako telah menyebabkan rencana untuk menggunakan petak makanan pada November 2021.
Namun, Hanif ingat bahwa risiko tanah dimakamkan di bawahnya. Limbah plastik yang tidak dapat diuraikan adalah bahwa ia menjadi akses mikroplastik ke sistem rantai makanan.
“It reaches 13 percent of annual waste. Less than 56.5 million tons produced in Indonesia … Plastic waste cannot be decomposed and require hundreds of years for plastics poisoning in the ground,” he said.
“Meskipun dia dimakamkan 20 tahun yang lalu, pemerintah provinsi harus prihatin dengan hati -hati,” katanya.