Regional

Jelang Ramadan 1446 H, 2 Bencana Alam Terjang Garut dan Sumedang

thedesignweb.co.id, BANDUNG -Untuk kurang dari seminggu, yang memasuki bulan Ramadan 1446 Hijri, dua bencana alam menghantam Garut Regency dan Sumedang Regency, West -java (-java Barat).

Seorang pemimpin keluarga meninggal pada hari Minggu (25.2.2012) sore itu di distrik Bungbulan di tanah longsor di distrik Bungulus, Garut Regency. Bencana ini terjadi setelah curah hujan lebat mengosongkan daerah itu.

West -java -Gubernor Dedi Mulyadi, yang saat itu menjadi acara di Magllang, di tengah Jawa, segera mengirim seorang utusan ke tempat kejadian untuk bertemu keluarga korban. Melalui saluran telepon, Dedi Mulyadi berbicara langsung kepada istri korban, yang sementara tinggal di anggota keluarganya.

“Saya mentah, semoga sang ibu berhenti. Tuhan bersedia membantu setiap hari, sementara ibu dan keluarga kemudian memiliki tempat baru, kami membantu.

Dedi menyarankan bahwa rumah baru akan dibangun di tempat yang lebih aman, tetapi masih dalam perjalanan untuk memungkinkan anak anak untuk melanjutkan bisnis lokakarya.

“Kemudian, tempat baru tetap di dekat jalan utama, tetapi lebih aman untuk anak -anak yang memulai,” kata Dedi.

Selain itu, Dedi mengatakan dedikasinya bahwa ia akan memetakan daerah bencana di Jawa Barat untuk mengurangi risiko korban karena bencana.

“Di masa depan, kita akan dihilangkan lagi di tanah longsor di Jawa Barat. Kami akan berkoordinasi dengan kotamadya untuk langkah -langkah mitigasi yang lebih efektif,” kata Dedi.

Sementara itu, Badan Manajemen Bencana Regional -Java (BPBD) mengirim tim ke tempat kejadian untuk melakukan evaluasi dan koordinasi dengan BPBD lokal.

Western -JA BPBD Pranata Pranata, Hadi Rahmat menjelaskan bahwa tanah longsor di tiga tempat Kabupaten Garut, yaitu Distrik Bungbulan, Desa Pamungpeuk, Distrik Pamungpeuk dan Desa Saribakti, Distrik Peumanuy, Desa Saribakti. Tanah longsor disebabkan oleh intensitas hujan lebat di wilayah tersebut.

“Dari tiga tempat, kematian hanya terjadi di distrik Bung Bull di desa Boungal,” kata Hadi.

Saat ini, korban yang mati telah dimakamkan, sementara BPBD, bersama dengan pihak berwenang dan penduduk setempat, masih membersihkan tanah longsor yang telah menutup jalan.

 

Sementara itu, banjir wilayah Kabupaten Sumedang di distrik Cimanggung secara bertahap mundur. Situasi ini didasarkan pada laporan terbaru oleh West Java BPBD pada 23 Februari 2025.

Banjir telah ditemukan sejak Jumat (21/2025) dan telah mempengaruhi empat kota, yaitu desa Cihanjuang, desa Synangpakuon, desa Sindanggalih dan kota Sukadana.

Lebih dari 120 unit perumahan dibanjiri, kehidupan lebih dari 220 pemimpin keluarga terpengaruh dan fasilitas negara di wilayah itu direndam.

PLH. Bambang Imanudin, pemimpin BPBD -java Barat, menjelaskan bahwa banjir telah disebabkan oleh intensitas daerah yang menghancurkan daerah itu dalam beberapa hari terakhir.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sumedang dan otoritas lokal untuk melakukan evaluasi dan manajemen cepat, terutama bagi para korban yang terkena dampak banjir,” kata Bambang.

Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di distrik Cimanggung Sindanggalih. Tanah longsor menyebabkan retakan yang mengancam unit perumahan setidaknya 10 penduduk.

Meskipun tidak ada kematian di tanah longsor, Java BPBD Barat masih mengamati pengamatan yang intens dan berada dalam keadaan siaga untuk dievakuasi jika perlu.

“Kami telah membantu penduduk yang terlibat dalam bentuk air mineral, restoran cepat saji dan makanan. Untuk mencegah sore hari, celah itu ditutup sementara dengan ponyvain,” kata Bambang.

Koordinasi dengan PSDA dan BBWS Citarum

BPBD Java Barat dikoordinasikan dengan Sumber Air Perawatan (PSDA) dan BBW Citisum untuk langkah -langkah perawatan lebih lanjut untuk memastikan keamanan area yang bersangkutan dan mengurangi potensi tombol.

Situasi distrik Cimanggung masih dipantau secara intens, sementara upaya untuk mengelola dan mendistribusikan dukungan masih akan dilakukan untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar penduduk yang bersangkutan masih bertemu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *