Puncak Musim Hujan Lampung Januari-Februari 2025, Waspada Banjir dan Tanah Longsor
Lipatan6.com, Lampung – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan untuk meningkatkan penyebaran sebelum musim hujan di sebagian besar wilayah Lampung terjadi dari Januari hingga Februari 2025. Tahun.
Radin Inten II Koordinator Meteorologi dan Informasi dan Koordinator Informasi mengatakan, Rudi Halanto bahwa potensi hujan tinggi adalah sebagai periode bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, air air yang meluas.
“Januari dan Februari adalah puncak musim hujan di Lampung. Oleh karena itu, semua pihak harus meningkatkan kesiapan,” kata Rudi, Sabtu (11.1.2024).
Rudy menjelaskan bahwa bagian barat Lampung pada November 2024 memiliki puncak musim hujan. Sementara itu, sebagian besar wilayah lain akan mencapai puncaknya hanya pada bulan Januari dan Februari 2025. Tahun.
“Topografi regional mempengaruhi perbedaan puncak, seperti gunung yang mempercepat konsentrasi hujan di wilayah barat, serta dinamika monsun barat yang secara bertahap memberikan kelembaban dari barat,” jelasnya.
Wilayah Pantai Timur Lampung memiliki puncak yang lebih lambat dari musim hujan, dan kedekatannya dengan lautan dan Samudra Hindia yang mempengaruhi distribusi kelembaban di udara.
BMKG menekankan pentingnya sosialisasi musim hujan untuk mencegah efek potensi bencana. Rudy juga mengingatkan bahwa pentingnya langkah -langkah preemption, termasuk kemurnian pemeliharaan jalur air, memeriksa keadaan rumah dan menjaga barang -barang berharga di tempat yang aman.
“Periksa apakah saluran air bersih dari penghalang, periksa atap rumah untuk mencegah kebocoran dan pengawasan BMKG untuk siap berurusan dengan potensi cuaca buruk”, menarik banding.
Selain itu, informasi ini dapat menjadi pedoman bagi pemerintah dan publik dalam kegiatan perencanaan, pengembangan infrastruktur dan pola penanaman di wilayah Lampung.
Tonton video opsi ini:
Daftar area yang diperkirakan akan hujan pada Januari-Februari 2025 akan diikuti.
Januari 2025.
Disarankan agar publik terus memantau pengembangan ramalan cuaca melalui informasi resmi dari BMKG.