Kesehatan

Tetap Aktif dan Nyaman Beribadah, 4 Cara Menjaga Tulang dan Otot Sehat Selama Bulan Ramadhan

Lipitan 6.com, Jakarta Ramadan memiliki momen kelaparan dan kehausan, tetapi juga sesaat untuk meningkatkan ibadah. Doa Taravih, Tadarus dan Ethicfe membuat aktivitas ini lebih padat. Agar nyaman untuk semua kegiatan ini, tubuh harus dijaga dengan baik, terutama kesehatan tulang, sendi dan otot.

Bagi sebagian orang, tinggal selama berjam -jam di mana Tadarus tinggal berjam -jam, doa berdiri di atas tubuh. Jika tidak disiapkan, rasa sakit, radang sendi atau lesi ringan juga dapat mencegah ibadat dan aktivitas sehari -hari.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan tulang, sendi dan otot sehingga Ramadhan sensitif terhadap empat hal berikut: 1.

Meskipun posnya adalah satu bulan, itu seharusnya tidak ceroboh. Lihatlah fajar dan melanggar pekerjaan berlaku untuk nutrisi seimbang. Pastikan karbohidrat interior, protein dan lemak mengandung, serta nutrisi halus, seperti vitamin dan mineral dari buah -buahan dan sayuran.

Konsumsi protein dari susu, daging, telur dan kacang -kacangan juga membantu memperkuat otot. Magnesium dan omega -3 yang ditemukan pada kacang -kacangan dan ikan juga berperan dalam mempertahankan fleksibilitas sendi.

Kemudian, untuk menjaga kesehatan tulang, kalsium dan vitamin D dapat diperoleh dari susu, bukan susu, terutama dengan susu rendah dan protein. Ini lebih cocok untuk penyerapan kalsium, serta memainkan peran dalam menjaga kesehatan omega -3 yang umum.

Manajer pemasaran Unleen, Halin Hasra, menjelaskan pentingnya memenuhi kebutuhan gizi selama puasa, sehingga sangat memperkuat tubuh dan kekuatan. Menurutnya, asupan kalsium, protein dan vitamin yang membantu menjaga kesehatan tulang, sendi dan otot, terutama di tengah kegiatan padat.

“Minuman dua gelas susu sehari membantu memenuhi kebutuhan kalsium harian, sambil memberikan protein dan vitamin penting,” kata Halin dalam sebuah pernyataan tertulis. 

Melindungi tulang, persendian dan kesehatan otot penting tidak hanya untuk orang tua, tetapi juga untuk kaum muda. Gaya hidup yang kurang aktif dan asupan gizi yang kurang seimbang dapat memengaruhi masa depan tubuh, presiden merek Fonderra Brands Indonesia, Youwanan Vigneswaran.

“Ramadhan adalah kesempatan yang baik untuk mempertahankan dan menggunakan tubuh yang sehat, kebutuhan gizi yang puas, sehingga ibadah dapat hidup lebih baik,” kata Yuvanan.

 

 

 

Meskipun posnya sebulan, olahraga harus berlanjut. Untuk memecahkan pos, pos dapat dilakukan setelah istirahat atau satu jam sebelum fajar. Melakukan latihan ringan secara teratur membantu menjaga fleksibilitas sendi dan mencegah rasa sakit, terutama bagi mereka yang berusia 50 tahun ke atas.

“Terlepas dari bulan Ramadhan, latihan itu penting. Tubuh masih harus bergerak tanpa otot -otot tubuh. Tidak perlu latihan berlebihan, hanya 40 menit hingga 1 jam sehari,” kata Dr. Tirza Jed, presiden Indonesia. Tomin, SPKF dan MS (K) berkata.

Dia memberi contoh untuk beberapa olahraga yang bisa dia lakukan: pilot yoga berjalan di sekitar kompleks bersepeda statis

Itu tidak pergi ke Pusat Olahraga untuk Olahraga, Tirza sekarang mengatakan bahwa mudah untuk menemukan pemandu olahraga melalui video di internet, sehingga berolahraga di rumah menjadi lebih praktis.

“Jangan lupa untuk melakukan pemanasan sebelum berolahraga untuk mencegah luka otot dan meningkatkan fleksibilitas.” 

Pastikan Anda minum setidaknya 8 gelas air atau dua liter air sehari, menurut Kementerian Kesehatan. Di pagi hari bisa rusak, pos itu rusak dan sebelum Anda tidur.

Hidrasi juga memainkan peran penting dalam mendukung tulang, sendi dan kesehatan otot. Kurangnya cairan dapat dengan mudah bosan dengan otot, sendi menjadi kencang dan mencegah penyerapan nutrisi penting.

 

 

Prosedur tidur biasanya berubah di bulan Ramadhan, karena ada persiapan untuk lebih banyak ibadat saat fajar dan malam. Kurang tidur membuat tubuh lemah dan kurang kuat.

Oleh karena itu, kualitas tidur memainkan peran penting dalam mempertahankan kebugaran dan memulihkan otot dan persendian untuk tetap kuat selama puasa. Cobalah untuk tidur pada pukul 19:00 sehari dan jika Anda bisa tidur selama 10-20 menit di siang hari, tubuhnya segar dan kuat sepanjang hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *