Bisnis

Tol Klaten-Prambanan Bakal Kurangi Macet saat Musim Liburan

LIPUTAN6, The Road Collecting Tolls pasti tersedia untuk liburan Natal pada tahun 2024 dan Tahun Baru pada tahun 2025 (Natal).

“Bagian Konstruksi Klaten-Pramasan menyelesaikan Desember 2024, kelengkapan dan Tuhan sudah ada.” Dodi merujuk pada pernyataan resmi pada hari Senin (11/18/2024) selama kunjungannya.

Dia menambahkan bahwa tombol Klaten diharapkan untuk mengurangi kepadatan kendaraan di jalur utama Klaten-Prambanan yang biasanya merupakan awal lalu lintas selama musim liburan

“Kami berharap bahwa fitur Jogja-Solo Toll Road akan membantu kelompok Klaten-Pramanan mendukung lalu lintas yang lancar di seluruh Natal. Kemudian, mengurangi kemungkinan kecelakaan di jalan di jalan raya nasional,” kata Dody.

Dengan jalur kerja ini, pengguna jalan memiliki opsi yang lebih cepat dan lebih aman untuk bepergian. Ini menuju ke tempat -tempat wisata, seperti Wat Prambanan, serta tujuan lain di Jogyakarta (DIY) dan wilayah khusus Jawa Tengah.

Rudy Hardiansyah, Presiden PT Jasamarga Jogja Solo, mengatakan kemajuan pembangunan kelompok. Klaten-Purbanan sepanjang jarak 8,6 km hingga 90% dan diharapkan akan selesai dalam waktu dekat.

“Kami masih harus mempercepat konstruksi sepenuhnya tanpa mengurangi kualitas pekerjaan kami. Klatenprassing diharapkan menjadi solusi sementara untuk mempromosikan gerakan di masyarakat di seluruh Natal,” katanya.

Fitur segmen ini akan melengkapi segmen solo jalan Jogya Toll Road, yang telah dibuka sejak September 2024. Dengan kata lain Cartaslakraten adalah 22,3 km.

 

 

“Saat ini, dari pembukaan jalur pembukaan, termasuk trotoar, jalan siap bekerja di dua arah. Hanya ada sedikit kelengkapan yang kami lakukan sesuai dengan rencana untuk membukanya,” kata Rudy.

Adapun untuk menekan 8,6 km Klaten, ini adalah bagian penting dari Jogja-Solo tol, yang menghubungkan Java Center ke area strategis DIY. Rute ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi perjalanan, mengurangi waktu perjalanan dan mengurangi kepadatan lalu lintas di pembuluh darah.

“Saat ini, ada rencana untuk membuka rute kerja Natal, terkoordinasi dengan orang -orang yang relevan dan pendirian rute kerja ini akan membantu pengemudi pergi sejauh Pranban, sehingga mereka tidak semua di Krachen.” Dia menyimpulkan.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Perusahaan Negara Bagian (BUMM) membuka pemungutan suara yang terkait dengan nasib pembangunan jalan Sumatra selama Presiden Presiden Presiden Presiden Parbowo Subianto Transmatra Toll Road sebagai proyek kebanggaan untuk mantan Presiden Jokowi.

Bumn Kartika Wirjoatmodjo, Menteri Senior, Tiko, mengatakan bahwa fokus pemerintah non -short sedang diselesaikan, Sumatralin Tasparembban Bethun dan Bethong Jambitol Road.

“Oleh karena itu, kita akan membahas prioritas jangka pendek untuk Palembang Betton,” kata Tiko pada hari Jumat (11/15) di Jakarta.

Selain itu, pemerintah berkomitmen untuk pembangunan jalan yang mendukung jalan, menyebut Tasjambi TransiMatralin ke Riau. Pembangunan jalan ini dimaksudkan untuk selesai pada tahun 2026.

“Oleh karena itu, lebih fokus pada tulang belakang dan saya berharap 2026 akan melakukannya di Jambi. Nanti, Jambi akan pergi ke Riau terlebih dahulu,” katanya.

Selain itu, Kementerian Bumn menunggu keputusan Kementerian Pekerjaan Umum dan Presiden Parbowo Subianto untuk melanjutkan pembangunan Transmatra Toll Road.

“Kami meminta Kementerian Pekerjaan Umum untuk melihat prioritas Kementerian juga, dan Pekanbaru akan berkumpul dengan Presiden Beton untuk pertama kalinya,” katanya.

 

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Umum (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pemerintah akan terus membangun jalan di Sumatra.

Pengembangan infrastruktur yang menghubungkan jalan di Sumatra akan menjadi tujuan penting dalam lima tahun ke depan.

“Kita perlu mengisi informasi dalam lima tahun ke depan untuk menghubungkan Sumatra. Itu adalah tujuan utama,” kata Basuki bahwa Antara mengatakan pada hari Jumat (4/10).

Transumatra Toll Road adalah jalan yang menghubungkan Lampung dan Aceh. Jalan Sumatra memiliki panjang total 2.749 km, dengan jalan setapak utama 1.889 km dan 860 km.

Untuk informasi tambahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Umum (PUPR) akan mempercepat pembangunan Jalan Sumatra (JTTS), yang akan menghubungkan Lampung dengan Aceh bersama dengan Kamon dan Finn.

 

Reporter: Suleman

Sumber: Merdeka.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *